Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva (Benih)

Penetasan Telur

Kolam Telur dan LarvaUntuk mengetahui apakah induk lele sudah bertelur bias dilakukan dengan melihat kakaban yang dipasang di dalam kolam pemijahan. Jika kakaban telah berisi atau ditempeli banyak telur berarti induk sudah berhasil memijah.

Langkah berikutnya adalah memindahkan kakaban ke kolam penetasan. Pemindahan kakaban harus dilakukan secara hati-hati agar tidak ada telur yang lepas atau jatuh.

Pemeliharaan Larva atau Benih

Pemeliharaan larva dan benih dilakukan di dalam kolam penetasan telur. Larva adalah anakan lele yang dihasilkan dari proses penetasan telur. Proses pemeliharaan larva atau benih dimulai semenjak telur menetas hingga menghasilkan lele sangkuriang ukuran bibit siap tebar.

Larva yang baru menetas tidak perlu diberi makan, karena masih mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur yang melekat di tubuhnya. Namun setelah 4 hari persediaan kuning telur akan habis, barulah pemberian pakan untuk larva dimulai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: